Penapisan Fitokimia
Penapisan fitokimia merupakan salah
satu pendekatan dalam penelitian tumbuhan obat utuk mendeteksi senyawa tumbuhan
berdasarkan golongan. Sebagai informasi awal dalam mengetahui senyawa kimia apa
yang mempunyai aktivitas biologi dari suatu tanaman. Pengujian penapisan
fitokimia dilakukan terhadap serbuk dan ekstrak etanol kulit buah manggis
(Ditjen POM, 2000) :
a. Alkaloid
Sejumlah sampel
dalam mortir,
dibasakan dengan ammonia sebanyak 1 mL, kemudian ditambahkan kloroform dan
digerus kuat. Cairan kloroform disaring, filtrat ditempatkan dalam tabung
reaksi kemudian ditambahkan HCl 2N, campuran dikocok, lalu dibiarkan hingga
terjadi pemisahan. Dalam tabung reaksi terpisah :
Filtrat 1 :
sebanyak 1 tetes larutan pereaksi Dragendorff diteteskan ke dalam filtrat,
adanya alkaloid ditunjukan dengan terbentuknya endapan atau kekeruhan berwarna
hingga coklat.
Filtrat 2:
sebanyak 1 tetes larutan pereaksi Mayer diteteskan ke dalam filtrat, adanya
alkaloid ditunjukan dengan terbentuknya endapan atau kekeruhan berwarna putih.
Filtrat 3 :
sebagai blangko atau kontrol negatif.
b. Flavonoid
Sejumlah sampel
digerus dalam mortir dengan sedikit air, pindahkan dalam tabung reaksi,
tambahkan sedikit logam magnesium dan 5 tetes HCl 2N, seluruh campuran
dipanaskan selama 5-10 menit. Setelah disaring panas-panas dan filtrat
dibiarkan dingin, kepada filtrat ditambahkan amil alkohol, lalu dikocok
kuat-kuat, reaksi positif dengan terbentuknya warna merah pada lapisan amil
alkohol.
c. Tanin
dan Polifenol
Sebanyak 1 gram
sampel ditambahkan 100 mL air panas, dididihkan selama 5 menit kemudian
disaring. Filtrat sebanyak 5 mL dimasukkan ke dalam tabung reaksi, ditambahkan
pereaksi besi (III) klorida, timbul warna hiijau biru kehitaman bila ada polifenol
dan ditambahkan gelatin akan timbul endapan putih bila ada tanin.
d. Steroid
dan Triterpenoid
Serbuk kulit
buah manggis ditambahkan
eter, kemudian fase eter diuapkan dalam cawan penguap hingga kering, pada
residu ditetesi pereaksi Lieberman-Burchard. Terbentuknya warna ungu menunjukkan
kandungan triterpenoid sedangkan bila terbentuk warna hijau biru menunjukan adanya senyawa
steroid.
e. Kuinon
Sampel
ditambahkan dengan air, dididihkan selama 5 menit kemudian disaring dengan
kapas. Pada filtrat ditambahkan larutan NaOH 1N. Terjadinya warna merah
menunjukkan bahwa dalam bahan uji mengandung senyawa golongan kuinon.
f. Saponin
Sampel ditambahkan
dengan air, didihkan selama 5 menit kemudian kocok dengan kuat. Reaksi positif
ditunjukan dengan adanya busa ± 1 cm, tidak hilang selama 30 detik dan busa
tidak hilang dengan penambahan HCl.






0 komentar:
Posting Komentar