Metode Analisis
Metode analisis terdiri atas serangkaian langkah yang harus diikuti untuk tujuan analisis kualitatif, kuantitatif, dan informasi struktur dengan menggunakan teknik tertentu.
Pemilihan metode analisis harus memperhatikan faktor-faktor :
- Tujuan analis, biaya serta waktu yang diperlukan.
- Level analit yang diharapkan dan batas deteksi yang diperlukan.
- Macam sampel yang akan dianalisis.
- Jumlah sampel yang dianalisis.
- Ketepatan dan ketelitian yang diinginkan untuk analisis kuantitatif.
- Ketersediaan bahan yang dibutuhkan.
- Peralatan yang tersedia.
- Kemungkinan adanya gangguan pada saat deteksi atau pengukuran sampel.
Kriteria Metode Analisis
Metode yang baik harus memenuhi beberapa kriteria :
- Peka (sensitive) : metode harus dapat digunakan untuk menetapka kadar senyawa dalam konsentrasi yang kecil.
- Tepat (precise) : metode tersebut menghasilkan hasil analisis yang hampir sama dalam satu seri pengukuran.
- Teliti (accurate) : metode dapat menghasilkan nilai rata-rata yang sangat dekat dengan nilai sebenarnya.
- Selektif : untuk penetapan kadar senyawa tertentu, metode tersebut tidak banyak terpengaruh oleh adanya senyawa lain.
- Kasar (rugged) : adanya perubahan komposisi pelarut atau variasi lingkungan tidak menyebabkan perubahan hasil analisis.
- Praktis : metode tersebut mudah dikerjakan serta tidak banyak memerlukan waktu dan biaya.
Sekurang-kurangnya suatu metode analisis harus memenuhi syarat ketepatan, ketelitian dan selektifitas. Farmakope Indonesia mensyaratkan : "suatu metode baru hanya dapat digunakan apabila metoda tersebut sekurang-kurangnya memberikan ketepatan, ketelitian dan selektifitas yang sama dengan metode resmi dalam Farmakope Indonesia".






0 komentar:
Posting Komentar