You can replace this text by going to "Layout" and then "Edit HTML" section. A welcome message will look lovely here.
RSS

Minggu, 14 Oktober 2012

Metode Analisis dan Kriteria Metode

Metode Analisis

Metode analisis terdiri atas serangkaian langkah yang harus diikuti untuk tujuan analisis kualitatif, kuantitatif, dan informasi struktur dengan menggunakan teknik tertentu.
Pemilihan metode analisis harus memperhatikan faktor-faktor :
  • Tujuan analis, biaya serta waktu yang diperlukan.
  • Level analit yang diharapkan dan batas deteksi yang diperlukan.
  • Macam sampel yang akan dianalisis.
  • Jumlah sampel yang dianalisis.
  • Ketepatan dan ketelitian yang diinginkan untuk analisis kuantitatif.
  • Ketersediaan bahan yang dibutuhkan.
  • Peralatan yang tersedia.
  • Kemungkinan adanya gangguan pada saat deteksi atau pengukuran sampel.

 Kriteria Metode Analisis

Metode yang baik harus memenuhi beberapa kriteria :
  1. Peka (sensitive) : metode harus dapat digunakan untuk menetapka kadar senyawa dalam konsentrasi yang kecil.
  2. Tepat (precise) : metode tersebut menghasilkan hasil analisis yang hampir sama  dalam satu seri pengukuran.
  3. Teliti (accurate) : metode dapat menghasilkan nilai rata-rata yang sangat dekat dengan nilai sebenarnya.
  4. Selektif : untuk penetapan kadar senyawa tertentu, metode tersebut tidak banyak terpengaruh oleh adanya senyawa lain.
  5. Kasar (rugged) : adanya perubahan komposisi pelarut atau variasi lingkungan tidak menyebabkan perubahan hasil analisis.
  6. Praktis : metode tersebut mudah dikerjakan serta tidak banyak memerlukan waktu dan biaya.

Sekurang-kurangnya suatu metode analisis harus memenuhi syarat ketepatan, ketelitian dan selektifitas. Farmakope Indonesia mensyaratkan : "suatu metode baru hanya dapat digunakan apabila metoda tersebut sekurang-kurangnya memberikan ketepatan, ketelitian dan selektifitas yang sama dengan  metode resmi dalam Farmakope Indonesia".

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar