Ekstraksi adalah penarikan zat pokok yang diinginkan
dari bahan mentah obat dengan menggunakan pelarut yang sesuai. Hasil dari
ekstraksi disebut ekstrak (Ditjen POM, 2000).
Ekstraksi
Cara Dingin
a. Maserasi
Maserasi
merupakan proses ekstraksi simplisia menggunakan pelarut dengan beberapa kali
pengocokan pada suhu ruangan. Maserasi kinetik merupakan metode maserasi dengan
pengadukan secara sinambung (Ditjen
POM, 2000).
b. Perkolasi
Perkolasi
merupakan ekstraksi dengan menggunakan pelarut yang selalu baru sampai sempurna
(exhaustive extraction) yang umumnya
dilakukan pada suhu ruangan. Prosesnya terdiri dari tahap pengembangan bahan,
maserasi antara, perkolasi sebenarnya (penetesan / penampungan ekstrak) secara
terus menerus sampai diperoleh ekstrak yang jumlahnya satu sampai lima kali
volume bahan (Ditjen
POM, 2000).
Ekstraksi
Panas
a. Refluks
Refluks
merupakan ekstraksi dengan pelarut yang dilakukan pada titik didih pelarut
tersebut, selama waktu tertentu dan sejumlah pelarut tertentu dengan adanya
pendingin balik (kondensor). Umumnya dilakukan tiga sampai lima kali
pengulangan proses pada residu pertama, sehingga termasuk proses ekstraksi
sempurna (Ditjen
POM, 2000).
b. Soxhletasi
Soxhletasi
merupakan ekstraksi dengan pelarut yang selalu baru, umumnya dilakukan dengan
alat khusus sehingga terjadi ekstraksi konstan dengan adanya pendingin balik
(kondensor) (Ditjen
POM, 2000).
c. Digesti
Digesti merupakan
maserasi kinetik (dengan pengadukan kontinyu) yang dilakukan
pada suhu lebih
tinggi dari suhu ruangan, secara umum dilakukan pada suhu 40OC –
50OC
(Ditjen POM, 2000).






0 komentar:
Posting Komentar