You can replace this text by going to "Layout" and then "Edit HTML" section. A welcome message will look lovely here.
RSS

Minggu, 28 Oktober 2012

Penyakit Infeksi Dan Sistem Pertahanan Tubuh

Mikroba di bagi 2, ada yang disebut patogen (menyebabkan infeksi) dan non patogen (tidak menyebabkan infeksi). Dalam hal ini sistem pertahanan tubuh perperan untuk menghambat dan menghancurkan mikroba penyebab infeksi di dalam tubuh.

Cara penyebaran dan penularan penyakit infeksi :
  • Kontak langsung
  1. melalui hubungan seks (sifilis, gonorgoe)
  2. penetrasi kulit (schistomiasis, infeksi cacing gelang)
  3. kontak kulit (infeksi stafilokokus, ektoparasit)
  4. inokulasi melalui luka (tetanus, rabies) 
  • Kontaminasi mamin : disentri, askariasi, TBC
  • Kontaminasi udara : influenza, TBC
  • Melalui vektor manusia dan hewan : malaria
  • Melalui prosedur pengobatan : transfusi darah (hepatitis), pengobatan luka (klebsia)
  • Infeksi kongenital : transplasenta (sifilis, rubela, toksoplasmosis), saluran rahim (herpes simpleks)

Faktor penentu patogenesis dan virulensi mikroba :
  1. Daya tahan tubuh
  2. Faktor mikroba : jumlah mikroba, daya kompetitif dengan mikroba lain, kemampuan mengganggu fisiologis manusia

Sistem pertahanan tubuh
  • Pertahanan permukaan : kulit (penyaringan oleh pori, adanya rambut, sifat kimi), selaput mukosa (sifat kimia & fisika sekret yang dikeluarkan)
  • Pertahanan jaringan : berperan setelah terjadi penetrasi infektor melalui pertahanan permukaan. perthanan ini di bagi 2 menjadi pertahanan spesifik & non spesifik.
  1. Non spesifik : melalui fagositosis sel (leukosit polinuklear, monosit dan makrofag), sistem komplemen.
  2. Spesifik : humoral & seluler
  • Humoral (melalui pembentukan imunoglobulin dalam serum) : alamiah (adanya imunoglobulin bawaan pada bayi), dapatan (pasif : dari ibu melalui ASI, aktif : karena pernah terinfeksi dan atau imunisasi / vaksinasi)
  • Seluler : melalui pembentukan sel limfosit T spesifik & sensitif terhadap infektor yang bersangkutan

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sabtu, 20 Oktober 2012

Biosintesis Protein

BIOSINTESIS PROTEIN

Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetic. Kode genetik yang di bawa DNA di transkripsi menjadi RNA, yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang di lakukan ribosom. Sampai tahap ini protein masih mentah, hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. Melalui mekanisme pasca translasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi.
Merupakan proses anabolisme.
  • DNA 
  1. DNA adalah rantai doble heliks berpilin yang berfungsi sebagai pewaris sifat dari sintesis protein. 
  2. Pada sintesis protein, salah satu rantai DNA akan di kodekan oleh mRNA.
  3. Rantai yang dikodekan tersebut disebut DNA sense atau DNA template, sedangkan rantai pasangannya yang tidak di cetak disebut DNA antisense atau DNA komplementer. 
  4. Triplet kode – kode genetik DNA yang dikodekan oleh mRNA disebut kodogen.
  • RNA 
Berbeda dengan DNA, RNA merupakan rantai panjang lurus yang berfungsi dalam sintesis protein. Terdapat 3 jenis RNA, yaitu :
  • mRNA 
  1. messengger RNA atau RNA duta / RNAd bertugas untuk mengkodekan kode genetik dari DNA untuk sintesis protein. 
  2. Terdapat di anak inti sel.
  3. Triplet kode genetik pada mRNA disebut kodon.
  • tRNA 
  1. transfer RNA atau RNAt bertugas untuk mencocokan triplet yang ada pada mRNA dengan protein yang sesuai.
  2. Terdapat di sitoplasma.
  3. Triplet kode gentik pada tRNA disebut antikodon.
  • rRNA
  1. ribosomal RNA atau RNAr bertugas untuk memasangkan kodon mRNA dengan anti kodon tRNA dan menggeser rantai – rantai supaya terbentuk polipeptida (protein). 
  2. Terdapat di ribosom.
Persiapan Sebelum Sintesis Protein.
  1. Sebelum dilakukan sintesis protein perlu dilakukan persiapan menyeluruh., salah satunya dengan pemasangan asam amino pada salah satu ujung tRNA. 
  2. Satu asam amino harus diikatkan pada salah satu ujung tRNA dengan antikodon yang benar, namun protein ini sesuai dengan kodon bukan antikodon. 
  3. Enzim yang melakukan proses ini adalah enzim tRNA aminoasil sintetase. 
  4. Enzim ini mengikatkan asam amino pada bagian sisi asam amino kemudian tRNA dengan antikodon spesifik untuk asam aminonya. tRNA dan asam amino berkaitan pada enzim sebelum akhirnya dilepaskan.
   Sintesis protein
  • Merupakan pembentukan protein dari monomer peptida yang diatur susunannya oleh kode genetik. 
  • Sintesis protein dimulai dari anak inti sel, sitoplasma dan ribosom. 
  • Sintesis protein terdiri dari beberapa tahap, yaitu :
  1. Transkripsi 
  • DNA membuka menjadi 2 rantai terpisah, karena mRNA berantai tunggal, maka salah satu rantai DNA ditranskripsi (dicopy).
  • Rantai yang ditranskripsi dinamakan DNA sense atau template dan kode genetik yang dikode disebut DNA antisense / komplementer.
  • RNA polimerase membuka pilinan rantai DNA dan memasukkan nukleotida – nukleotida untuk berpasangan dengan DNA sense sehingga terbentuklah rantai mRNA. 
  • Contoh transkripsi : 
                  Sense / template 5’- TACCGACCGGGAAAT-3’
Antisense / komplementer 3’-ATGGCTGGCCCTTTA-5’
mRNA 3’-AUGGCUGGCCCUUUA-5’


  1. Translasi dan Sintesis
  • mRNA / RNAd yang sudah terbentuk keluar dari anak inti sel menuju rRNA.
  • Disana mRNA masuk ke rRNA / RNAr diikuti oleh tRNA / RNAt. 
  • Ketika antikodon pada tRNA cocok dengan kodon mRNA kemudian rantai bergeser ke tengah. 
  • Kodon mRNA berikutnya dicocokkan dengan tRNA kemudian asam amino yang pertama berikatan dengan asam amino kedua.
  • tRNA pertama keluar dari rRNA.
  • Proses ini berlangsung hingga kodon stop, ribosom subunit besar dan kecil terpisah, mRNA dan tRNA keluar dari ribosom. 
  • Contoh:
mRNA 3’-AUGGCUGGCCCUUUA-5’
tRNA 5’-UACCGACCGGGAAAU-3’

Kode genetik
  • Protein yang terbentuk dalam sintesis protein mengikuti kode genetik berdasarkan kode genetik mRNA (kodon). 
  • Kode genetik berbentuk triplet sehingga terjadi kelimpahan kode untuk protein.
  • Satu protein bisa mempunyai lebih dari satu triplet genetik. 
  • Yang perlu di ingat adalah triplet untuk kodon start (awal) untuk sintesis protein dan stop untuk menghentikan proses sintesis protein. 
  • Kodon start : AUG, proteinnya methionine 
  • Kodon stop : UAA, UAG, UGA 
  • Note, rumus cepat :
mRNA = DNA
Komplementer = DNA antisense = kode protein
tRNA = DNA template = DNA sense = kodogen
 Dari DNA ke RNA, T diganti menjadi U

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sistem Urinaria


Sistem Urinaria

Sistem urinaria adalah sekelompok organ didalam tubuh yang berperan menyaring dan membuang kelebihan cairan dan substansi lain dari aliran darah. Substansi atau hasil metabolisme tubuh yang tidak terpakai dibuang melalui urin. Urin merupakan cairan yang di produksi oleh ginjal adan dikumpulkan dalam kantung kemih dan diekskresikan melalui uretra. Sistem urinari terdiri atas organ ginjal, ureter, uretra dan kantung kemih. Sistem urinari berperan dalam menjaga homeostatis tubuh melalui proses ekskresi. Ekskresi merupakan proses eliminasi dari organisme, produk buangan metabolisme dan bahan lain yang tidak digunakan tubuh. Ginjal merupakan organ utama.

Fungsi ginjal adalah sebagai berikut :
  1. Ekskresi zat – zat penting melalui urin, misalnya urea dan keratin, serta  zat fisiologik berlebih. 
  2. Pengaturan kebutuhan air dan elektrolit serta kesetimbangan asam dan basa. 
  3. Berperan dalam pengaturan hormonal volume cairan ekstrasel dan tekanan darah arteri. 
  4. Sintesis eritropoietin dan dengan demikian mempengaruhi pembentukan eritrosit.
  5. Hidroksilasi 2,5 hidrokdi kolekalsiferol menjadi 1,25 dihidroksi kolekalsiferol sehingga berperan dalam metabolisme kalsium dan fosfat.
Proses yang terjadi dalam tiap nephron ( unit fungsional ginjal terkecil ) adalah filtrasi, reabsorpsi dan sekresi. Proses filtrasi merupakan proses penyaringan fifis yang terjadi di glomerulus. Reabsorbsi adalah penyerapan bahan – bahan dari dalam lumen tubulus masuk aliran darah, sedangkan sekresi merupakan proses masuknya bahan sisa kedalam lumen tubulus (jadi berlawanan arahnya dengan proses reabsorbsi).

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Reproduksi Pada Hewan dan Manusia

REPRODUKSI PADA HEWAN

Perkembangbiakan aseksual 
  1. Pembelahan sel : misalnya pada Euglena dan Paramaecium, Amoeba, dll. 
  2. Pembentukan spora misalnya pada Plasmodium. 
  3. Pembentukan kuncup (tunas) misalnya pada Hydra (Coelenterata). 
  4. Fragmentasi (pemutusan bagian tubuh) misalnya pada Planaria 
  5. Parthenogenesis yaitu pembentukan individu dari sel telur tanpa dibuahi oleh sel sperma, misalnya pada belalang jambu dan lebah.

Perkembangbiakan seksual
Pada prinsipnya reproduksi seksual ditandai oleh adanya peleburan materi inti dari sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Pada hewan tingkat rendah seperti Paramaecium dapat berkembang biak secara seksual melalui konjugasi yaitu terbentuknya individu baru dari sel gamet yang belum bisa dibedakan antara gamet jantan dan gamet betinanya.
Fertilisasi (pembuahan) pada vertebrata dibedakan menjadi fertilisasi eksternal dan fertilisasi internal.
  • Fertilisasi eksternal adalah fertilisasi yang terjadi di luar tubuh (biasanya di air), misalnya pada ikan dan katak. 
  • Fertilisasi internal yaitu fertilisasi yang terjadi di dalam tubuh betinanya misalnya kucing, kerbau, dan tikus.
Pada hewan yang melakukan fertilisasi eksternal dikenal 3 macam cara perkembangbiakan embrio :
  1. Ovivar (bertelur) : embrio berkembang di dalam telur yang dilindungi oleh cangkang. Telur dikeluarkan dari tubuh betina kemudian menetas di luar tubuh, misalnya pada burung dan reptil.
  2. Vivipar (beranak) : embrio terbentuk dan berkembang di dalam rahim (uterus) induknya. Embrio dilindungi oleh lapisan pelindung dan cairan untuk keamanannya. Makanan disediakan oleh induk melalui tali pusar, misalnya pada mammalia kecuali platypus. 
  3. Ovovivipar (bertelur dan beranak) : embrio terbentuk dan berkembang dalam telur, namun telur tetap tersimpan dalam tubuh induk betinanya. Telur kemudian menetas dalam tubuh induk kemudian anaknya akan keluar dari tubuh induk, misalnya pada ular Boa dan ikan hiu.
Organ-organ reproduksi pada tikus jantan :
  1. Testis, penghasil sel sperma
  2. Vas deferens, saluran sperma dari testis ke penis
  3. Penis, saluran sperma untuk menyalurkan sperma ke organ reproduksi tikus betina 
Organ-organ reproduksi pada tikus betina:
  1. Ovarium, berfungsi sebagai penghasil sel telur
  2. Oviduk/tuba falopii, sebagai saluran sel telur dari ovarium ke rahim
  3. Rahim/uterus, sebagai tempat bertumbuhnya embrio 
  4. Vagina, saluran keluarnya embrio

REPRODUKSI PADA MANUSIA

Organ-organ reproduksi pada laki-laki : testis, epididimis, vas deferens, kantong sperma (vesikula seminalis), duktus ejakulatoris, penis beserta kelenjar Cowper dan kelenjar prostat.
Peristiwa pembentukan sperma disebut spermatogenesis.
Di dalam testis banyak terdapat saluran halus yang disebut tubulus seminiferus yang dindingnya terdiri dari jaringan epithelium dan jaringan ikat.
Pada jaringan epithelium terdapat sel-sel sertoli yang berfungsi memberi makan spermatozoa, juga terdapat sel leydig yang menghasilkan hormon testosteron.

Proses pembentukan sperma manusia dipengaruhi oleh hormon :
  1. Hormon gonadotropin : dihasilkan oleh hipotalamus (di otak) yang merangsang kelenjar hipofisis anterior agar mengeluarkan hormon FSH dan LH.
  2. Hormon FSH (Folicle Stimulating Hormone) : berfungsi mempengaruhi dan merangsang perkembangbiakan tubulus seminiferus dan sel sertoli yang memacu pembentukan sperma.
  3. LH (Luteinizing Hormone) : berfungsi merangsang sel-sel interstitial (sel Leydig) agar mengekskresikan hormon testosteron. 
  4. Hormon testosteron : dihasilkan oleh testis berfungsi untuk merangsang perkembangbiakan organ seks primer pada saat embrio belum lahir mendorong spermatogenesis, mempengaruhi perkembangbiakan alat reproduksi dan ciri kelamin sekunder, misalnya pembentukan jambang, kumis, dll.
Sel sperma bersama dengan cairan yang dihasilkan oleh vesikula seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar Cowper disebut semen (air mani).
Vesikula seminalis berfungsi membantu spermatozoa agar mudah bergerak, memberi nutrisi dan menormalkan keasaman pH saluran reproduksi wanita.

Struktur sperma terdiri dari bagian:
  1. Kepala, mengandung inti sel. Pada bagian ujungnya terdapat akrosom yang menghasilkan enzim untuk membantu sperma menembus sel telur.
  2. Bagian tengah, terdapat mitokondria tempat berlangsungnya oksidasi sel.
  3. Ekor, sebagai alat gerak sperma agar mencapai ovum.
Organ-organ reproduksi pada wanita terdiri dari : ovarium (sepasang), saluran telur (oviduk), rahim (uterus), vagina, dan vulva.
Vulva adalah organ reproduksi luar wanita yang terdiri dari labia majora, labia minora, klitoris, hymen (selaput dara) dan kelenjar Bartholini.
Proses pembentukan ovum di dalam ovarium disebut oogenesis.

Ovarium menghasilkan hormon:
  1. Estrogen fungsinya merangsang pertumbuhan ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita, misalnya perkembangan pinggul, perkembangan payudara, munculnya lapisan lemak di bawah kulit, suara menjadi nyaring, dll. 
  2. Progesteron fungsinya untuk memelihara kehamilan, perkembangan dan pertumbuhan kelenjar air susu.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS