Neh buat yang nyari-nyari tentang cash flow,, sebenernya ini tugas kuliah gw sih.. tp ya berbagi az lah..hee Buat ade2 yang dapet soal sama boleh cpas,, tapi tolong di pelajari lagi.. Coz ni jawaban gw juga belum tentu bener kan..hihi ^^
SOAL
Diketahui
laporan realisasi cash flow (dalam 000), bulan DESEMBER 2012 adalah sebagai
berikut :
Saldo
awal kas 54.373,- saldo awal bank 102.414,- penerimaan piutang dari pihak ke 3
sebesar 1.050.000,- piutang dagang intern 59.465,- penerimaan lain-lain berupa
PPN perhitungan Apotek Ujung Berung sebesar 13.500,- jasa giro 200,- dana
pensiunan / astek 4.500,- realisasi penerimaan 1.284.452,- adalah 114,23 % dari
realisasi penerimaan bulan NOVEMBER 2012. Adapun pengeluaran di bulan DESEMBER
2012 untuk pembayaran hutang dagang dan biaya usaha untuk pegawai dan umum
lainnya masing-masing realisasinya adalah 85.401,- dan 82.110,- sedangkan untuk
setoran kekurangan PPN perhitungan adalah 21,24% dari total pengeluaran,
setoran PPh pasal 21, 22, 23 adalah 1.500,- biaya penjualan dan beban kantor
pusat masing-masing 45.650,- dan 17.000,- remisa umum 900.000,- sedangkan
realisasi investasi pada bulan DESEMBER 2012 belum terbukukan. Untuk THPB dan
pengeluaran lainnya sebesar 20.150,-.
Pertanyaan :
a. Susun
matrix dari laporan realisasi cash flow bulan DESEMBER 2012 tersebut. Berapa
realisasi saldo kas / bank bulan DESEMBER 2012 bila diasumsikan realisasi dari
total pengeluaran sebesar 1.176.811,- dan saldo bank realisasi cash flow
tersebut hanya 82.641,-
b. Bila
direncanakan saldo awal kas/bank bulan JANUARI 2013 adalah sebesar 107.641,-
sedangkan penerimaan bulan DESEMBER 2012 sedangkan total pengeluaranya dianggap
sama, berapa rencana saldo kas / bank yang Sdr inginkan apabila diasumsikan
saldo kasnya hanya mencapai 25.000,- buat matrik dari cash flow yang dimaksud ?
c. Saldo
kas minimal ditentuakan sejumlah 5 jt, dari hasil a dan b , kebijakan apa yang
Sdr akan lakukan. Dan bilamana saldo akhir kas / bank ternyata hasilnya minus
maka kebijakan apa yang Sdr akan lakukan.
JAWABAN
a.
Laporan realisasi cash flow bulan
Desember Apotek Ujung Berung
ANGGARAN
CASH FLOW BULAN : DESEMBER 2012
|
NO
|
KETERANGAN
|
SALDO
(Rp)
|
|
|
I
|
SALDO KAS / BANK AWAL
|
|
|
|
·
Saldo kas awal
|
54.373
|
||
|
·
Saldo bank awal
|
102.414
|
||
|
Total saldo awal
|
156.787
|
||
|
II
|
PENERIMAAN :
|
|
|
|
A.
Penjualan Tunai
|
-
|
||
|
B.
Piutang
|
|
||
|
· Piutang Dagang
(pihak ke 3)
|
1.050.000
|
||
|
· Piutang Dagang
(intern)
|
59.465
|
||
|
· Piutang
Lain-lain
|
-
|
||
|
C.
Penerimaan Lain-lain
|
|
||
|
· PPN Apotek
|
13.500
|
||
|
· Jasa giro
|
200
|
||
|
· Dana pensiun /
astek
|
4.500
|
||
|
Total
penerimaan
|
1.127.665
|
||
|
III
|
PENGELUARAN
|
|
|
|
A.
Pembayaran Hutang :
|
|
||
|
1.
Hutang Dagang
|
85.401
|
||
|
2.
Hutang Lain-lain
|
|
||
|
Sub Total A
|
85.401
|
||
|
B.
Biaya Usaha
|
|
||
|
1.
Biaya Administrasi Umum
|
|
||
|
· Biaya Pegawai
|
82.110
|
||
|
· Biaya Tak
Langsung
|
|
||
|
· Biaya Asuransi
|
|
||
|
· Biaya Pajak
PPh
|
1.500
|
||
|
· Biaya Pajak
PPN
|
24.995
|
||
|
· Biaya Beban
Kantor
|
17.000
|
||
|
· Biaya
Pemeliharaan
|
|
||
|
· Biaya Umum
|
|
||
|
· Biaya Remisa
Umum
|
900.000
|
||
|
· Biaya
Serba-serbi
|
20.150
|
||
|
Sub
Total 1
|
1.045.755
|
||
|
2.
Biaya Penjualan
|
|
||
|
· Biaya Promosi
/ Propaganda
|
|
||
|
· Biaya
Penjualan Lainnya
|
45.650
|
||
|
Sub
Total 2
|
45.650
|
||
|
Sub Total B
(1+2)
|
1.091.405
|
||
|
Total Pengeluaran (A+B)
|
1.176.806
|
||
|
IV
|
SALDO AKHIR KAS / BANK
|
|
|
|
(Saldo
awal kas/bank + Total penerimaan + Total pengeluaran )
|
107.646
|
||
|
V
|
Realisasi
Saldo Bank
|
82.641
|
|
|
VI
|
Realisasi
Saldo Kas
|
25.005
|
|
*Laporan
realisasi cash flow (dalam 000)
b.
Laporan cash flow bulan Januari di
Apotek Ujung Berung
ANGGARAN
CASH FLOW BULAN : JANUARI 2013
|
NO.
|
KETERANGAN
|
SALDO
(Rp)
|
|
I
|
Saldo kas /
bank awal
|
107.641
|
|
II
|
Penerimaan
|
1.296.815
|
|
III
|
Pengeluaran
Total
|
1.176.806
|
|
IV
|
Saldo akhir
kas / bank
|
|
|
(Saldo awal kas/bank + Total
penerimaan + Total pengeluaran )
|
227.650
|
|
|
V
|
Realisasi
Saldo Kas
|
25.000
|
|
VI
|
Realisasi
Saldo Bank
|
202.650
|
*Laporan realisasi cash flow (dalam 000)
c. Jika
saldo kas minimal Rp. 5.000.000,-
§ Jika
dari hasil a dan b jumlah saldo kas / bank melebihi dari kas minimal yang
ditentukan, maka di buat beberapa kebijakan :
1. Melakukan
pembelian barang dengan pembayaran kontan kepada PBF untuk mendapatkan diskon
yang lebih besar.
2. Menganalisa
obat-obat OTC dan resep yang sering dilayani dan yang sering dibeli konsumen,
dan merencanakan penambahan persediaan obat-obat tersebut sesuai analisa dengan
pertimbangan untuk meningkatkan performa pelayanan Apotek.
3. Menganalisa
resep-resep yang tidak terlayani, dan merencanakan pembelian obat-obat tersebut
dalam jumlah yang sesuai.
4. Merencanakan
pengeluaran rehabilitatif atau inventarisasi (perbaikan fasilitas apotek) pada
bulan depan dengan pertimbangan untuk meningkatkan kinerja dan performa dari
apotek.
5. Memberikan
intensif untuk pegawai apotek, seperti mengalokasikan sebagian hasil diskon
dari PBF untuk mensubsidi pembiayaan keperluan obat pegawai, sehingga pegawai
lebih merasa diperhatikan dan tidak melakukan kecurangan-kecurangan di apotek
(loyalitas pegawai lebih meningkat).
6. Menyerahkan
setoran ke pusat.
§
Jika Saldo akhir kas / bank kurang dari kas
minimum, maka beberapa kebijakan yang dapat dilakukan yaitu:
1. Menganalisa
penyebab terjadinya penurunan kas, disebabkan faktor internal atau eksternal
yang dilihat dari informasi data penjualan.
Penurunan penjualan tunai lebih disebabkan oleh faktor internal seperti :
§
Banyak barang kosong
§
Pelayanan lambat
§
Harga mahal
Atau
lebih disebabkan faktor eksternal seperti :
§
Jumlah apotek (pesaing) bertambah
§
Konsumen berkurang.
2. Menganalisa
data penerimaan piutang. Apakah penurunan penerimaan piutang lebih disebabka
faktor internal seperti pengiriman alat tagih terlambat dan tidak memberikan
intensif atau lebih disebabkan faktor ekstrinsik seperti pelanggan tidak mampu
membayar dikarenakan bangkrut dsb. Kebijakan yang dapat dilakukan :
§
Jika dipengaruhi faktor internal, maka
dapat dilakukan : peningkatan kualitas
sumber daya apotek seperti melengkapi barang, melayani lebih cepat, mengirimkan
alat tagih lebih cepat, dan memberikan intensif atau diskon.
§
Jika dipengaruhi faktor ekstrinsik, maka pihak
apotek harus dapat merayu dan mempengaruhi agar pelanggan suka membeli obat ke
apotek dan membayar piutangnya kecuali pelanggan tsb kabur atau bangkrut.
3. Menganalisa
data pembayaran hutang dagang. Apakah ada faktur-faktur yang belum jatuh tempo
sudah dibayarkan atau karena adanya tuntutan dari supplier yang memperpendek
masa kredit.
§
Jika dikarenakan adanya faktur yang belum jatuh
tempo dibayar, maka bagian keuangan harus dapat menjelaskan apakah ada tambahan
diskon atau tidak
§
Jika dikarenakan oleh faktor eksternal, maka
pihak apotek harus dapat merayu dan mempengaruhi agar supplier dapat
memperpanjang masa kredit atau meminjam uang ke BANK untuk menambah modal kerja
sehingga likuiditasnya lebih baik.
4. Menganalisis
data penggunaan biaya usaha. Apakah ada penggunaan pos-pos biaya tertentu yang
melebihi anggaran seperti pos biaya penjualan, entertain, intensif, karena
petugas terlalu boros atau karena adanya tuntutan pelanggan sehingga melebihi
anggaran.
§
Jika faktor intrinsik seperti pemborosan
pembelanjaan maka pihak apotek harus seera melakukan cost reduction atau cost
cutting.
§
Jika faktor ekstrinsik seperti kebijakan
pemerintah maka pihak apotek harus melakukan reevaluasi cost-benefit dan
melakukan cost reduction dan cost cutting.






0 komentar:
Posting Komentar